Home Berita Umum ANTISIPASI KECELAKAAN KERJA KEGIATAN KONSTRUKSI, PEKERJA WAJIB DILINDUNGI PROGRAM BPJS KETENAGAKERJAAN

ANTISIPASI KECELAKAAN KERJA KEGIATAN KONSTRUKSI, PEKERJA WAJIB DILINDUNGI PROGRAM BPJS KETENAGAKERJAAN

Dalam rangka evaluasi Program BPJS Ketenagakerjaan bidang jasa Konstruksi dan meningkatkan perlindungan bagi pekerja konstruksi khususnya pada kegiatan di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, BPJS Ketenagakerjaan bersama Pemerintah Kota Sukabumi menggelar Rapat Kerja Monitoring dan Evaluasi Program BPJS Ketenagakerjaan Bidang Konstruksi pada Selasa (16/07/2019) di Ballroom Hotel Balcony Jl. Salabintana Nomor 27 Kota Sukabumi.

Kegiatan ini dikemas dalam diskusi panel dihadiri beberapa unsur Dinas yaitu Dinas Tenaga Kerja, Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kominfo, Bagian Adpem dan Kerja Sama Daerah Setda, Kecamatan, unsur Asosiasi/Pengusaha Konstruksi, dan DPMPTSP yang dihadiri oleh Kabid Informasi dan Pengaduan Krishna Dwipayana, S.T. DPMPTSP Kota Sukabumi.

Pekerja jasa konstruksi diketahui memiliki resiko tinggi atau rawan terjadi kecelakaan kerja, oleh karenanya pengusaha jasa konstruksi juga berkewajiban melindungi dengan mendaftarkan pekerjanya dalam program jaminan BPJS Ketenagakerjaan, dengan adanya danya perlindungan bagi tenaga kerja dapat meningkatkan produktifitas kerja sekaligus mewujudkan kesejahteraan bagi tenaga kerja.

Pemerintah Kota Sukabumi sendiri sudah sangat peduli terhadap pelaksanaan program BPJS Ketenagakerjaan, salah satunya dengan diimplementasikannya Peraturan Wali Kota Sukabumi Nomor 11 Tahun 2018 tentang Kepesertaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di Kota Sukabumi, selain itu setiap kontraktor yang mengerjakan proyek pemerintah sudah mendaftarkan pekerjanya dalam program jaminan kecelakaan kerja sesuai dengan prosedur yang berlaku, sedangkan untuk yang proyek swasta masih kita terus dorong kesadarannya.

Wali Kota Sukabumi H. Achmad Fahmi yang berkesempatan membuka acara menekankan, instansi kedinasannya terus mendorong pegawai non PNS hingga seluruhnya terdaftar kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dan setiap kegiatan pembangunan yang didanai APBD baik secara formal (pengadaan barang/jasa) maupun non formal juga diikutsertakan pekerjanya dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan.  Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi Emil Syarif Ismel memaparkan peran, prosedur, dan manfaat program BPJS Ketenagakerjaan di bidang konstruksi.

Kepesertaan dari Jasa Konstruksi diantaranya adalah Pemberi Kerja selain penyelenggara negara pada skala usaha besar, menengah, kecil dan mikro yang bergerak dibidang usaha jasa konstruksi yang mempekerjakan Pekerja harian lepas, borongan, dan perjanjian kerja waktu tertentu, wajib mendaftarkan Pekerjanya dalam Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). Adapun proyek tersebut meliputi proyek kegiatan infrastruktur Pemerintah, dan proyek kegiatan swasta.

Jika proyek terdaftar, tenaga kerja di proyek tersebut dijamin oleh program JKK dan JKM. dimana program JKK memberikan jaminan tanpa batasan biaya dan tanpa batasan waktu alias unlimited, Seluruh biaya rumah sakit kami yang tanggung sampai pekerja sembuh. Peserta atau perusahaan tidak perlu mengeluarkan biaya sepeserpun. Begitu pula jika sampai terjadi cacat atau meninggal dunia akibat kecelakaan kerja ataupun meninggal biasa selama masa proyek maka pekerja mendapatkan santunan dengan nilai yang sangat layak sesuai dengan regulasi,  peserta meninggal karena kecelakaan kerja maka ahli waris akan mendapatkan santunan senilai 48 kali upah yang dilaporkan ke BPJS Ketenagakerjaan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here