Home Berita Umum DPMPTSP KOTA SUKABUMI IKUTI WEST JAVA INVESTMENT SUMMIT (WJIS) TAHUN 2020 SECARA...

DPMPTSP KOTA SUKABUMI IKUTI WEST JAVA INVESTMENT SUMMIT (WJIS) TAHUN 2020 SECARA VIRUAL

DPMPTSP Propinsi Jawa Barat bersama dengan Pemerintah Propinsi Jawa Barat dan   Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat mendukung program pemulihan ekonomi nasional melalui peningkatan realisasi investasi di Jawa Barat dengan menyelenggarakan West Java Investment Summit (WJIS) tahun 2020 pada hari Senin-Selasa tanggal 16-17 November 2020 secara virtual. Kegiatan ini mengundang 1000 peserta yang terdiri dari para investor dalam dan luar negeri, mitra sister province, kedutaan besar negara sahabat, asosiasi, pengelola Kawasan industri Jawa Barat, Investment Bank, Investment Advisor, instansi penanaman modal di 27 Kabupaten/Kota Se Jawa Barat serta instansi terkait lainnya. DPMPTSP turut menghadirkan Dra.Hj. Sufiani Kepala Bidang Penanaman Modal dan Sri Murni Herlina.,S.KM.,M.M. Kepala Seksi Data dan Informasi.

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengapresiasi komitmen Pemerintah Propinsi Jawa Barat dalam mendorong investasi. Sejak tahun 2017 realisasi investasi Jawa Barat menjadi paling tinggi di Indonesia. Bahkan, sampai triwulan ke III tahun 2020 (Januari-September 2020), Jawa Barat menempati peringkat pertama sebagai daerah dengan realisasi investasi paling tinggi sebesar Rp86,3 triliun.

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dalam sambutan kegiatan West Java Investment Summit (WJIS) 2020 lewat video conference, Senin (16/11/2020) mengatakan bahwa jumlah tersebut merupakan akumulasi dari PMA atau Penanaman Modal Asing dan juga PMDN atau Penanaman Modal Dalam Negeri. Keberhasilan pemerintah Provinsi Jawa Barat menarik minat investor tidak terlepas dari komitmen dan juga pelayanan dari OPD atau Organisasi Perangkat Daerah kepada investor. “Kita akui jika pelayanan DPMPTSP Jawa Barat dan instansi lainnya sangat memuaskan sehingga banyak investor yang tertarik berinvestasi ke Jawa Barat”.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Barat Noneng Komara Nengsih.,SE.,M.AP berusaha mendorong investor berskala kecil turut membangun dan mengembangkan wisata di Jawa Barat dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.”Kami membuka investasi berskala kecil, tidak harus memikirkan pariwisata itu seperti membuat Disneyland.
Mari bangun tempat yang indah ini. Mudah-mudahan potensi proyek investasi pariwisata tergali. Proyek yang siap ditawarkan (ready to offer) dalam WJIS 2020 peminatnya mencapai 1.443 investor di mana masing- masing proyek ada sekitar 100 partisipan yang meminta, Selain mendongkrak turisme dan infrastruktur, WJIS 2020 juga menjadi pintu perdagangan dan UMKM. Highlight WIJS 2020 adalah pariwisata dan perdagangan. Pada masa pandemi ini, WJIS ini akan sangat mudah dimasuki (perdagangan) oleh UMKM. DPMPTSP Propinsi Jawa Barat mengapresiasi komitmen KPWBI Jawa Barat untuk menyelenggarakan WJIS, yang memungkinkan tujuh Kepala Daerah Kabupaten/Kota sepakat dengan Gubernur membentuk Rebana Metropolitan. Pariwisata menjadi salah satu sektor yang dapat memacu pemulihan ekonomi di Jawa Barat. Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat berupaya mengembangkan dan membangun destinasi wisata melalui investasi skala kecil, sebanyak 76 proyek investasi pariwisata di Jawa Barat ditawarkan kepada investor di ajang tersebut.

Dalam kesempatan inipula hadir Gubernur Jawa Barat Dr.H.Mochamad Ridwan Kamil.,S.T.,M.U.D. mengajak investor berskala kecil dan besar untuk berinvestasi di proyek-proyek pariwisata. Ada banyak titik dan tempat wisata baru di Jawa Barat yang akan dilelangkan untuk investasi pariwisata. Keindahan alam yang mempesona, hamparan kebun teh dan bentang lahan alam /lanskap pantai, menjadi keunggulan destinasi wisata di Jawa Barat. Banyak destinasi wisata Jawa Barat menyimpan sejarah. Selain itu, minat wisatawan nusantara berwisata di Jawa Barat sangat tinggi. Pada 2019, jumlah kunjungan wisatawan nusantara ke Jawa Barat mencapai 62 juta orang.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat Herawanto menyebut langkah Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat tersebut sebagai inovasi yang menarik. Investasi berskala besar, akan memacu pertumbuhan ekonomi Jawa Barat dalam jangka menengah-panjang, sedangkan, investasi berskala kecil di sektor pariwisata akan mengakselerasi pemulihan ekonomi di tengah pandemi. Investasi paket murah menjadi strategi jitu menarik penanam modal dalam negeri (PMDN) yang saat ini volumenya lebih kecil dibandingkan penanam modal asing (PMA). Dalam berinvestasi, jangan melulu membidik PMA dan melupakan PMDN. Dalam situasi tertentu misalnya negara sedang dalam goncangan politik ekonomi, PDMN biasanya lebih setia dibandingkan PMA yang biasanya memindahkan dana ke negara lain. Itu suatu hal yang sebenarnya inovasi yang harus ditawarkan. Investor domestik akan sangat cocok dan bisa menghasilkan uang. Investasi besar nanti akan pengaruh pada ekonomi yang dongkrakkannya besar, namun investasi-investasi berskala kecil itu sangat diperlukan.

Penulis :

Sri Murni Herlina.,S.KM.,M.M (Kepala Seksi Data dan Informasi DPMPTSP Kota Sukabumi)

Editor:

Krishna Dwipayana.,S.T (Kabid Bidang Informasi dan Pengaduan DPMPTSP Kota Sukabumi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here