Home Berita Umum KEPALA BIDANG PENANAMAN MODAL BPMPT KOTA SUKABUMI MENGIKUTI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENYELENGGARAAN...

KEPALA BIDANG PENANAMAN MODAL BPMPT KOTA SUKABUMI MENGIKUTI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENYELENGGARAAN PERIZINAN TERPADU SATU PINTU KEMENTERIAN DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2016

Berdasarkan radiogram dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia untuk mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Penyelenggaraan Perizinan Terpadu Satu Pintu (PTSP) yang diikuti sebanyak 60 peserta perwakilan dari Kabupaten/Kota dengan narasumber dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia yang dilaksanakan pada Senin s.d. Sabtu tanggal 14-19 Maret 2016 di Badan Diklat Peningkatan Sumberdaya Manusia Kemendagri Jl. Taman Makam Pahlawan Kalibata Jakartsa Selatan, Kepala BPMPT Kota Sukabumi menugaskan Kepala Bidang Penanaman Modal Endang Thoyib, S.IP. untuk menghadiri acara tersebut.

Sejumlah materi tentang PTSP disampaikan diantaranya sebagai Lembaga PTSP merupakan operator yang mempunyai tugas untuk menerbitkan izin dan membatalkan izin bukan sebagai lembaga regulator yang menerbitkan kebijakan, kebijakan ditentukan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang penerbitan perizinan dan penanaman modal. Selain itu Perangkat Daerah yang secara teknis terkait PTSP berkewajiban dan bertanggungjawab untuk melakukan pembinaan teknis dan pengawasan atas pengelolaan perizinan dan non perizinan sesuai dengan bidang tugasnya.

Semua pelayanan baik perizinan maupun non perizinan agar di satupintukan, agar masyarakat yang akan membuat pelayanan perizinan akan lebih mudah maka birokrasi harus dimulai dengan perilaku positif dan disiplin. Dalam hal ini, pimpinan harus memberi contoh, melalui sikap keramahtamahan yang merupakan bagian dari revolusi mental.

Diharapkan semua PTSP di seluruh Indonesia harus tanggap, berbagai perizinan yang dibutuhkan sehari-hari masyarakat perizinan yang tidak tebang pilih, cepat, mudah ,dan murah serta melalui diklat PTSP ini, satu sama lain juga dapat saling mencontoh apa yang menjadi kelebihan masing-masing dengan cara Amati, Tiru, dan Modifikasi (ATM), baik itu dari segi pelayanan, standar operasional prosedur, maupun standar pelayanan minimal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here