Home Seputar Penanaman Modal GELAR RAKORNAS INVESTASI, INI ISU UTAMA TAHUN 2019 YANG AKAN DITINGKATKAN BKPM...

GELAR RAKORNAS INVESTASI, INI ISU UTAMA TAHUN 2019 YANG AKAN DITINGKATKAN BKPM DAN DPMPTSP SE-INDONESIA

Investasi dan ekspor merupakan masalah yang dihadapi oleh Indonesia saat ini, setidaknya hal ini yang menjadi bahasan utama dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Investasi tahun 2019 yang digelar Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada Selasa (12/03/2019) dan Koordinasi Pengawalan Investasi Memanfaatkan Aplikasi (Kopi Mantap) pada Rabu-Kamis (13-14/03/2019) di Indonesia Convention Exhibition BSD di Serpong Tangerang Selatan Provinsi Banten.

Acara dibuka oleh Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo dan dihadiri sejumlah Menteri Kabinet Kerja, Kepala Daerah seluruh Indonesia, DPMPTSP Provinsi dan Kota/Kabupaten, Administrator Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB), Perwakilan Kementerian dan Lembaga, dan perusahaan swasta (startup) tersebut ditekankan bahwa investasi dan ekspor merupakan motor penggerak ekonomi yang dapat meningkatkan daya saing, investasi akan membuka lapangan kerja dan menjadi daya ungkit kesejahteraan masyarakat, selain itu dalam urusan ekspor agar berfokus pengurangan bahan mentah, meningkatkan industri dan hilirasasi,  serta mempermudah dan mengawal perizinan usaha bagi para investor, yang kini dilakukan melalui sistem layanan perizinan terintegrasi secara elektronik (Online Single Submission). DPMPTSP Kota Sukabumi turut hadir melalui Sekretaris Dodi Supriadi, S.Ag., M.M. dan Cecep Iskandar, S.IP., M.M. pada agenda tersebut.

Kepala BKPM Thomas Lembong mengatakan, meski tahun 2018 terjadi sedikit pelambatan investasi (yang juga disebabkan dari pengaruh investasi di tingkat global yang menurun), pertumbuhan realisasi investasi selama empat tahun terakhir menunjukkan tren yang cukup positif. Tercatat selama kurun waktu 2015-2018, realisasi investasi mencapai Rp. 2.572,30 triliun melampaui target dalam rencana strategis BKPM sebesar Rp. 2.558,10 triliun.

Di tahun 2019 BKPM akan fokus pada kenaikan investasi yang salah satunya dilakukan  dengan dengan meluncurkan aspek pengawalan investasi dan integrasi OSS sehingga untuk tahun 2019 ini BKPM optimis memprediksi terjadinya kenaikan investasi. Lebih lanjut Thomas Lembong mengatakan, realisasi investasi PMDN dan PMA untuk periode tahun 2018 mencapai Rp. 721,3 triliun meningkat sebesar 4,1% dibandingkan tahun 2017 (PMDN: Rp. 328,6 triliun, meningkat 25,3%, PMA: Rp 392,7 triliun, turun 8,8%). Dibandingkan dengan target realisasi investasi RPJMN sebesar Rp. 765 trilliun, investasi tahun 2018 tercapai sebesar 94,3%.

Dalam rangkaian agenda rakornas tersebut, juga diluncurkan platform Koordinasi Pengawalan Investasi Memanfaatkan Aplikasi (Kopi Mantap) yang dibuat untuk efisiensi dan efektivitas koordinasi lintas Satuan Tugas Percepatan Berusaha Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota dengan menggunakan platform berbasis teknologi informasi yang didukung fitur knowledge sharing, serta video/audio conference (komunikasi jarak jauh). Melalui Kopi Mantap ini dapat difasilitasi pemenuhan komitmen perizinan dan penyelesaian masalah investasi di Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here