Home Seputar UKM POTENSI INDUSTRI KREATIF DI KOTA SUKABUMI

POTENSI INDUSTRI KREATIF DI KOTA SUKABUMI

Sukabumi berasal dari bahasa Sunda yaitu, Soekaboemi yang berarti senang karena udara sejuk dan nyaman. Bila ada pendatang ke Sukabumi, maka ia tidak ingin pindah lagi. Mereka suka atau senang danbertempat tinggal didaerah ini. Pada tahun 1941 Pemerintah Hindia Belanda menjadikan Kota Sukabumi sebagai “Bugerlijjk Bestuur” dengan status “Gemeenteraad Van Sukabumi” dengan alasan bahwa di kota ini banyak berdiam orang orang Belanda dan Eropa pemilik perkebuman-perkebuman yang berada di daerah Kabupaten Sukabumi bagian Selatan yang harus mendapatkan pelayanan istimewa.

Sejak ditetapkan Sukabumi menjadi Daerah Otonom pada bulan Mei 1926, maka resmi diangkat “Burgemeester” yaitu: Mr. GF. Rambonnet. Pada masa inilah dibangun sarana dan prasarana penting seperti Stasiun Kereta Api, Mesjid Agung, Gereja dan Pembangkit Listrik.

Kota Sukabumi terletak pada bagian selatan tengah Jawa Barat pada koordinat 106o 45’10” Bujur Timur, 6o 49’29” Bujur Selatan dan 6o 50’44” Lintang Selatan, terletak di kaki Gunung Gede dan Gunung Pengrango yang ketinggiannya 584 m diatas permukaan laut, dengan suhu maksimum 29 derajat celsius.Berjarak 120 Km dari Ibukota Negara (Jakarta) dan 96 Km dari Ibukota Provinsi (Bandung).luas wilayahnya4.800,231 Ha. Memiliki penduduk sampai akhir tahun 2010tercatat 304.044jiwa (Sensus Penduduk 2010), dengan kepadatan penduduk rata-rata 50 jiwa/Km2.

Wilayah Kota Sukabumi seluruhnya berbatasan dengan Kecamatan Cisaat dan Kecamatan SukabumiKabupaten Sukabumi.Sebelah Selatan dengan Kecamatan Nyalindung Kabupaten Sukabumi.Sebelah Barat dengan Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumidansebelah Timur dengan Kecamatan Sukaraja Kabupaten Sukabumi.
Banyak hal menarik yang bisa didapat jika kita jalan-jalan ke Kota Sukabumi. Selain hawanya yang sejuk, tanahnya yang subur, juga masyarakatnya pun ramah. Daerah Sukabumi kini banyak dilirik oleh para investor asing terutama dari Cina. Mereka banyak menanamkan sahamnya di wilayah Kabupaten Sukabumi, hal ini terlihat dari menjamurnya perusahaan asing dibidang pertekstilan. Banyaknya investor asing ke daerah Kab. Sukabumi, berimbas pada Kota Sukabumi khususnya dibidang perekonomian.

Berangkat dari berkembangnyausaha di bidang tekstil inilah, yang menyebabkan Asep Setiawan membuka pabrik Boneka Kebonjati (Bonti). Bersama keluarganya, Asep memanfaatkan limbah yang dihasilkan dari perusahaan textil. Limbah pabrik berupa sisa potongan-potongan bahan-bahan kainternyata disulap Asep Setiawan dan Isterinya Dede Herawati menjadi suatu karya yang menarik dan bisa menghasilkan rupiah.
Dari olahan tangannya, Asep bisa terus menghasilkan karya kreatif dan inovatif dengan cara mendesain berbagai motif boneka, dompet, sarung bantal, dan ikatan rambut. Rumahnyayang berada di Kampung Kebonjati Kelurahan Sukakarya Kecamatan warudoyong Kota Sukabumi ituternyata penuh oleh berbagai hasil karyanya. Untuk membuat berbagai kreasinya itu, Asep dibantu oleh 15 orang pekerja.

Perajin lainnya yang juga mengembangkan kreasinya, yaitu Rahmat Sadeli (62) warga Barostugu, Kelurahan Jayaraksa, Kecamatan Baros, Aktivitas yang digelutinya sebagai pengrajin lukisan dari pelepah pisang. Dengan bakat alamiahnya ia melukis di atas pelepah pisang manggala. Semula hasil kreasinya kurang dikenal masyarakat, tapi kini dikenal banyak orang pemesanpun mulai berdatangan ke rumahnya. Mereka datang dari berbagai daerah seperti Jakarta, Bandung, bahkan dari Negara Arab Saudi. .Hasil lukisannya berupa gambar binatang, manusia, pemandangan dankaligrafi.

Kini, hasil kreasi seninya mendapatkan penghargaan dari berbagai pihak. . Bahkan ketika mengikuti lomba pameran diTMII Jakarta, meraih juara III.
Kios hasil kreasi Rahmat sekarang terletak di Jalan Ahmad Sanusi, tepatnya di Pasar Degung Kota Sukabumi. Harga lukisannya berkisar dari Rp50 ribu hingga Rp750 ribu.

Tak lengkap dan terasa ada yang kurang bila kita ke Kota Sukabumi tidak membawa oleh-oleh Kue Moci Kueyang memiliki berbagai rasa itu, kenyal ketika di kunyah. Kue berbentuk bulat yang dikemas dalam keranjang kecil dari bambu ini, terbuat dari tepung ketan berisi kacang tanah halus dan ditaburi tepung tapioka. Para Pengrajin kue ini terletak Kawasan Kaswari atau tepatnya jalan Bhayangkara Gang Kaswari, Kelurahan Selabatu Kecamatan Cikole. Daerah ini merupakan pusat pembuatan dan penjualan kue mochi yang terkenal di kota Sukabumi.

Di daerah ini terdapat banyak puluhanoutlet yang menjual kue mochi dengan berbagai rasa, seperti rasa suji pandan, vanilla, mocca, strawberry, durian, mangga, pisang ambon, wijen, keju, blueberry, jeruk, dan melon. Jenis-jenis kreasi unggulan lainnya yang berkembang di Kota Sukabumi khususnya para perajin kelas UMKM, terlihat pada tabel di bawah ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here